My Blog
Just another WordPress.com weblog

Tugas IT 1C

Printer atau pencetak adalah alat yang menampilkan data dalam bentuk cetakan, baik berupa teks maupun gambar/grafik, di atas kertas. Printer biasanya terbagi atas beberapa bagian, yaitu picker sebagai alat mengambil kertas dari tray. Tray ialah tempat menaruh kertas. Tinta atau toner adalah alat pencetak sesungguhnya, karena ada sesuatu yang disebut tinta atau toner yang digunakan untuk menulis pada kertas. Perbedaan toner dan tinta ialah perbedaan sistem; toner atau laser butuh pemanasan, sedangkan tinta atau inkjet tak butuh pemanasan, hanya pembersihan atau cleaning pada print-head printer tersebut.

Ada pula kabel fleksibel untuk pengiriman sinyal dari prosesor printer ke tinta atau toner. Kabel ini tipis dan fleksibel, namun kuat. Pada bagian belakang printer biasanya ada port paralel atau USB untuk penghubung ke komputer.

Pencetak modem merupakan alat canggih. Perkakasan elektronik yang terdapat dalam sebuah pencetak sama dengan perkakasan elektronik yang terdapat dalam komputer itu sendiri.

 

 

 

 

 

 

  • Teknologi Printer

Dari waktu ke waktu, teknologi printer terus berkembang sehingga mau tidak mau bagi seseorang yang selalu berhubungan dengan komputer dan peralatan lainnya harus terus mengikuti perkembangan tersebut. Printer dalam bahasa Indonesianya berarti pencetak (alat cetak). Istilah ‘printer’ saat ini sering digunakan untuk menyebut alat cetak yang terhubung dengan komputer. Untuk menghubungkan printer dengan komputer diperlukan sebuah kabel yang terhubung dari printer ke CPU komputer. Saat ini, merk produk printer yang sering digunakan diantaranya adalah Epson, Hewlett Packard (HP), Canon, Lexmark dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui lebih jelas tentang fungsi, jenis printer dan cara kerja printer, silahkan membaca kelanjutan artikel ini.

  • Fungsi printer

Printer adalah salah satu hardware (perangkat keras) yang terhubung ke komputer dan mempunyai fungsi untuk mencetak tulisan, gambar dan tampilan lainnya dari komputer ke media kertas atau sejenis. Istilah yang dikenal pada resolusi printer disebut dpi (dot per inch). Maksudnya adalah banyaknya jumlah titik dalam luas area 1 inci. Semakin tinggi resolusinya maka akan semakin bagus cetakan yang dihasilkan. Sebaliknya, jika resolusinya rendah maka hasil cetakan akan buruk / tidak bagus.

  • Jenis Printer
  1. Printer Dot-Matrix

Printer Dot-Matrix adalah pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah. Selain itu ketika sedang mencetak, printer jenis ini suaranya cenderung keras serta kualitas untuk mencetak gambar kurang baik karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan. Umumnya, printer jenis dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam. Tetapi saat ini printer ini masih banyak digunakan karena memang terkenal ‘bandel’ (awet). Kelebihan lainnya, pita printer dot-matrix jauh lebih murah dibandingkan dengan toner (tinta) untuk printer jenis inkjet dan laserjet.

  1. 2. InkJet Printer

Inkjet printer adalah alat cetak yang sudah menggunakan tinta untuk mencetak dan kualitas untuk mencetak gambar berwarna cukup bagus. Kecepatan mencetak jumlah halaman pada printer Inkjet tidak sama, tergantung pada jenis merk printer tersebut. Tetapi pada inkjet printer, hasil cetakan lebih lama keringnya jika dibandingkan dengan laser printer.

  1. 3. Laser Printer

Sebagian dari laser printer bentuknya mirip dengan mesin fotokopi. Daya cetaknya juga cukup banyak bisa mencapai lebih dari 10 lembar per menit. Kualitas hasil cetak laser printer pun sangat bagus, sehingga mirip sekali dengan aslinya. Selain itu hasil cetakan cepat kering. Tetapi harga printer ini cukup mahal.

Fungsi utama dari printer adalah untuk mencetak, baik itu teks tulisan ataupun gambar. Fungsi printer tidak akan optimal jika pengguna tidak memanfaatkan dengan maksimal. Seharusnya printer digunakan untuk mencetak segala sesuatu yang diinginkan pengguna, tetapi muncul rasa penghematan dengan memilah dan memilih mana yang layak diprint dengan alasan “ tintanya mahal jadi diirit “ atau “ntar tintanya habis”.

Ini adalah beberapa permasalahan bagi pengguna yang memakai tinta asli dari perusahaan pembuat printer tersebut. Permasalahan ini bukanlah suatu masalah bagi mereka yang mampu membeli tinta asli. Tetapi menjadi suatu masalah sendiri bagi mereka yang pas-pasan. Seperti saya seorang mahasiswa tingkat akhir yang kebutuhan untuk mencetak itu sangat diperlukan sekali. Kebutuhan mencetak laporan-laporan dan tugas kuliah, mencetak jurnal atau artikel-artikel ilmiah dan lainnya.

Mengapa memakai tinta asli dapat menjadi masalah tersendiri?

Hal ini disebabkan mahalnya harga tinta tersebut. Sebagai contoh tinta asli EPSON STYLUS C58, masing-masing seharga Rp 50.000. untuk satu printer, ada 4 catridge tinta. Total untuk tintanya saja, Rp 200.000.

Ok, kan ga setiap saat mencetak membutuhkan tinta warna, jadinya Rp 150.000 bisa dihemat. Permasalahanya, untuk membeli tinta hitam mengeluarkan uang lima puluh ribu rupiah. Bisa abis uang bulanan untuk beli tinta hitam saja.

Ada solusi untuk permasalahan tersebut, yaitu dengan penggunaan tinta non asli. Jauh lebih murah dari tinta asli. Apalagi jika printer tersebut dimodifikasi dengan tinta infus.
Lebih hemat.

Dengan biaya modifikasi printer yang bervariasi sekitar Rp 150.000 – Rp 250.000, sudah mendapatkan tinta black, magenta, yellow dan cyan masing-masing sekitar 100 ml.
Dan pastinya, bisa ngeprint sepuasnya…

Yang perlu diperhatikan jika menggunakan tinta non asli dan menginginkan memodifikasi tinta printer menjadi infus:

1. Kualitas tinta non asli jauh dibawah tinta asli.
2. Bila ada kerusakan disebabkan tinta non asli dan modifikasi

printer,tidak dijamin garansi.
3. Dalam penggunaan tinta non asli, kita tetap harus selektif

memilih mana yang lebih bagus kualitas tintanya.

Meskipun beberapa banyak kekurangannya, penggunaan tinta non asli dan modifikasi printer tetap menguntungkan bagi sebagian orang-orang yang tidak mampu.


– Printer EPSON C90 Rp 675.000,-
– Printer EPSON T11 (Pengganti C90) Rp 575.000,-
– Printer EPSON CX 5500 Rp 1.040.000,-
– Printer EPSON R 230 Rp 1.790.000,-
– Printer EPSON R 290 Rp 2.030.000,-
– Printer EPSON 1390 ( A3 ) Rp 4.560.000,-
– Printer CANON IP 1300 Rp 425.000,-
– Printer CANON IP 1980 Rp 640.000,-
– Printer CANON MP 145 Rp 980.000,-
– Printer CANON IP 4500 Rp 1.550.000,-
– Printer HP DeskJet 2566 Rp 545.000,-
– Printer HP DeskJet F 2276 Rp 885.000,-
– Printer HP LaserJet 1006 Rp 1.150.000,-
– Printer HP OfficeJet 4355 Rp 1.320.000,-
– Printer HP LaserJet 1280 (A3) Rp 3.180.000,-

 

Belum Ada Tanggapan to “Tugas IT 1C”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: